Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

Tidur berdekatan dengan bayi

Kedekatan dengan ibunya dapat mengatur detak jantung bayi, system kekebalan tubuh, tingkat stress dan membuat lebih mudah menyusui, ujar James McKenna, Ph.D., direktur laboratorium perilaku tidur bayi-ibu di University of Notre Dame di Indiana. “Juga menyimpan bayi dalam fase tidur ringan sehingga ia dapat berlatih tidur kembali, yang baik dalam terjadi masalah, seperti tidur apnea”. Mungkin ini berkaitan pula dengan penurunan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Buaian di samping atau berdiri sendiri (tapi terdekat) adalah pilihan yang baik. Berbagai pakar, termasuk akademi dokter anak Amerika menyarankan para orang tua tidak tidur bersama bayinya karena berisiko bayi kehabisan nafas. Jika Anda orang yang percaya dengan satu tempat tidur, pentingkan keselamatannya. “Pastikan tidak ada orang di sekitarnya yang merokok, menggunakan obat-obatan, atau alkohol atau terlalu lelah,” ujar McKenna.

Lindungi bayi Anda dari SIDS.
1> Selalu posisikan bayi Anda terlentang di alas yang datar, bukan di alas yang mewah, tempat tidur air, bantal sofa atau permukaan lembut lainnya. Tindakan pencegahan ini harus dilakukan di mana saja ia tidur, seperti di penitipan atau rumah nenek.
2> Pastikan muka dan kepala bayi Anda tetap berada di atas selama tidur. Lilit tubuhnya dengan selimut atau kantung tidur, itu idealnya.
3> Jangan pernah letakkan selimut, sesuatu yang lembut dan halus, bantal, mainan, dan benda lembut lainnya di boks bayi.
4> Jaga suhu kamar bayi Anda tetap nyaman; rasa panas yang berlebih mendorong SIDS. Hidupkan kipas angin di kamar bayi Anda dapat mengurangi risiko SIDS.
5> Jangan bawa bayi Anda ke area merokok.
6> Akademi dokter anak Amerika merekomendasikan pemakaian dot pada bayi dari umur 1 bulan sampai 1 tahun pada waktu tidur siang dan malam untuk mengurangi risiko SIDS.
Selengkapnya...

Baby's here. Now what

Anda tidak mungkin menolak bermimpi memiliki bayi: seperti apa wajahnya, apakah akan mirip ayahnya atau bergolongan darah A, seperti Anda. Tetapi ada kemungkinan muncul keraguan, jika itu terjadi pada anak pertama, Anda tidak memiliki banyak pengetahuan tentang merawat bayi. Santai sajalah. Kami memberikan semua yang Anda butuhkan sebagai ibu baru begitu pula menghadapi bayi Anda serta minggu pertama mengalami frustasi. Mulailah dari sekarang!

Pengalaman pertama kali.
Bagaimana mendapatkan ibu ke awal yang baik saat Anda masih di rumah sakit.
Pemberian ASI secepatnya. Ketika bayi Anda berada di kamar bayi dan Anda berada di kamar perawatan,mintalah kepada perawat agar tidak memberikan apapun dalam bentuk botol. Sekalipun bayi Anda belum dapat mengisap dengan benar, Anda dapat memeras kolostrum kekuningan pendahulu untuk ASI nyata yang dikemas dengan kekebalan, meningkatkan nutrisi langsung ke mulutnya.

Berikan ruang khusus pengunjung. Keluarga dan teman akan mengunjungi Anda secepat mungkin, tetapi Anda tetap berikan ruang khusus untuk bayi Anda. Maka Anda dan tamu lainnya dapat menghabiskan waktu tanpa bayi Anda. Bayi yang baru lahir biasanya sulit untuk dekat dengan orang baru, itu adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk meningkatkan keterikatan, Anda tatap matanya dan berbicara dengannya. Dia sudah tahu suara Anda dari dalam tubuh dan mungkin akan menenangkan.

Kenakan pakaian yang tepat untuk bayi Anda. Ketika si mungil pergi keluar rumah itu dapat menjadi momen yang menarik. Tetapi perlu diingat bayi tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka sendiri sampai usia 6 bulan. Jadi pilihlah pakaian bayi Anda dengan baik-baik. Umumnya, cara berpakaian bayi sama dengan Anda, menyesuaikan tempat. Jangan berikan pakaian yang berlapis, ia akan berkeringat dan dapat menyebabkannya dingin. Ketersediaan udara yang masuk merupakan cara yang baik untuk bepergian.

Paham cara penggunaan kursi bayi di mobil. Minta kepada pasangan Anda untuk membawa kursi tersebut ke rumah sakit saat Anda akan pulang dari rumah sakit. Dasarnya:
1.Pemasangan harus pas di pinggul dan bahu.
2.Tali di dada harus sejajar dengan ketiak bayi Anda.
3.Kursi harus dipasang pada sudut 45 derajat sehingga bayi semi berbaring.
4.Sekali kursi terpasang, dorong atasnya keras. Seharusnya tidak bergerak
lebih dari satu inci ke segala arah.

Perawatan diri Anda sendiri.
Tips untuk menghadapi masalah setelah melahirkan dari kejang sampai depresi.
Berhadapan dengan tuntutan baru dari bayi Anda akan menjadi sulit ketika Anda mengalami depresi postpartum. Kami memiliki beberapa solusinya:
NYERI PERINEUM.
Apakah Anda memiliki episiotomi atau robekan perineum Anda selama persalinan dan harus dijahit, mungkin tidak nyaman bagi Anda untuk duduk, berjalan, atau pergi ke kamar mandi. TIPS PERAWATAN: mencoba mandi sitz (duduk dalam air hangat beberapa inci) selama beberapa menit dalam sehari; gunakan botol semprot untuk membilas tubuh dengan air hangat setelah Anda buang air kecil; daerah inti; duduk di “sebuah donat” atau bantal berbentuk tapal kuda untuk keperawatan; atau merendam bola kapas di witch hazel dan menempatkannya di bagian vital Anda.

KEJANG DAN PENDARAHAN.
Ketika rahim mulai kontraksi dan menyusut setelah melahirkan, Anda akan mengalami menstruasi seperti kejang, dengan kuantitas yang lebih banyak daripada menstruasi biasa. Jangan menggunakan tampon karena dapat memicu infeksi; kenakan pembalut saniter malam. TIPS PERAWATAN: pemberian ASI! Menyusui dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin, dapat menjadi stimulus rahim berkontraksi dan mengurangi pendarahan. Coba bantal pemanas, mandi dengan air hangat, dan minta dokter Anda memberikan pengobatan yang aman jika Anda menyusui.

WASIR.
Pembuluh darah di sekitar dubur membengkak adalah hasil dari sembelit selama kehamilan dan atau mendorong selama persalinan itu dapat berlangsung beberapa minggu. TIPS PERAWATAN: coba mandi sitz, paket es, persiapan H atau melipat bantalan. Beberapa wanita bersumpah memasukkan sepotong kentang mentah di bokong mereka selama 10 menit dalam sehari.

“BABY BLUES” / DEPRESI POSTPARTUM.
Beberapa ibu baru mengalami kesedihan, menangis,emosi yang berubah-ubah, dan mudah marah pada hari pertama dan minggu-minggu setelah melahirkan. Ini normal, tetapi bila kondisi ini lebih parah dan bertahan lama menandakan gejala depresi pasca melahirkan. TIPS PERAWATAN: jika Anda mengalami depresi lebih dari dua minggu, hubungi dokter Anda agar mendapatkan perawatan. Kunjungi postpartum.net dan baca Beyond the Blues: A Guide to Understanding and Treating Prenatal and Postpartum depression oleh Shoshana S. Bennet dan Pec Indman.

Untuk mengurangi risiko depresi postpartum, tidurlah sebanyak yang Anda bisa (lakukan pula saat bayi tidur), terima semua bantuan yang dating dan kurangi kesendirian setiap harinya. Lakukan berjalan selama 15 menit mendorong Anda kembali bersemangat.

Hubungi dokter Anda jika Anda:
- Demam 100.4 derajat Fahrenheit atau lebih tinggi.
- Pendarahan meningkat atau gangguan vagina.
- Muntah dan mual.
- Sakit ketika buang air kecil.
- Sakit atau pembengkakan di pergelangan kaki Anda.
- Timbul kemerahan atau rasa sakit pada putting Anda ketika menyusui.
- Kemerahan, gangguan, atau rasa sakit dari episiotomi, perineal tear atau
jahitan di perut.
- Kesakitan di perut bagian bawah.
- Merasa depresi.
Selengkapnya...

Selasa, 26 April 2011

Latihan Untuk Otot Perut Bayi

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa waktu latihan perut merupakan hal terpenting bagi bayi, namun mungkin Anda tidak mendengar bahwa bayi membenci hal ini. Meski jika Anda melakukannya, hal penting untuk Anda untuk melihat ini: latihan perut ini akan membantu untuk mencegah kepala bayi datar dan dapat membantu perkembangan gerakan bayi. Faktanya, perkembangan motor ini sering terjadi dari kepala hingga ujung jari kaki. Dengan demikian bila bayi mengalami keterlambatan untuk menguatkan bahunya (biasanya dengan bantuan perut) akan menyebabkan keterlambatan untuk berguling. Siap untuk memulainya? Berikut ini ada enam tips untuk membuatnya nyaman dan menyenangkan.

1. Mulailah lebih awal.
“Mulailah waktu latihan perut saat Anda membawa bayi pulang ke rumah,” ungkap Lora Lesak, R.N, perawat anak bersertifikat yang praktik di Allentown, Pa. Buat latihan lima menit beberapa waktu setiap hari.

2. Pilih titik yang tepat.
Tempatkan bayi Anda pada sesuatu yang datar dan kuat, dengan matras berisi akan membuat bayi mendorong.

3. Berikan dukungan.
Letakkan popok yang menggelinding atau kain kecil pada bagian dada dan ketiaknya.

4. Lebih dekat dengan bayi.
Anda cobalah menempelkan perut bayi Anda ke atas perut Anda. “Dia akan mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Anda,” ungkap Lora. Anda juga dapat duduk di lantai, kaki di rendahkan, dan letakkan lengan bayi di kaki Anda.

5. Lakukan dengan menyenangkan.
Ambil cermin dan mainan di depan bayi Anda.

6. Awasi anak Anda.
Perhatikan anak Anda setiap waktu.

7. Awasi anak Anda.
Selengkapnya...

Bayi Berguling

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bayi belajar berguling. Lebih lama daripada hal yang telah dilakukan di masa lalu. “Kami biasa mengharapkan pada bayi untuk mulai berguling pada usia empat bulan,” ungkap Ari Brown, M.D, seorang dokter anak di Austin, Texas, dan pengarang dari Baby 411, Third edition: Clear Answer & Smart Advice for Your Baby’s First Year (Windsor Peak Press). “Namun sekarang ini bayi tidur dengan posisi terlentang untuk memantau agar terhindar SIDS (Sindrom bayi meninggal mendadak), kemungkinan tidak akan terjadi hingga sekitar usia 6 bulan.” Ari menjelaskan dengan kurangnya waktu latihan perut mereka, para bayi tidaklah mempunyai kesempatan untuk berlatih mendorong ke atas lengan mereka, san mengangkat kepala mereka, kemampuan motor akan menjadi kekuatan yang diperlukan untuk berguling.
“Bayi juga membutuhkan tubuh yang stabil, leher yang kuat dan kemampuan untuk mengontrol bagian bahu. Kian banyak waktu untuk latihan perut bayi, mereka akan mampu bekerja pada kemampuan bergerak dan membentuk otot-otot yang diperlukan untuk berguling, dan akan lebih cepat dia akan memenuhi tugas ini,” jelasnya lagi.
Bagian perut hingga punggung merupakan cara pertama bagi para bayi untuk berguling, lalu diikuti oleh bagian punggung ke perut, menurut Ari. Walaupun begitu, beberapa bayi melewati berguling bersamaan dan langsung dapat duduk dan merangkak. “Umumnya, mereka seharusnya mampu berguling dahulu atau duduk ketika memasuki usia enam bulan,” jelas Ari. “Jika bayi Anda belum melakukan hal-hal seperti ini, ini merupakan tanda bahaya, segera kunjungi dokter Anda.”
Selengkapnya...

Sabtu, 19 Maret 2011

FAKTA JANIN

Bayi seksi!

Pada saat pembuahan, jenis kelamin bayi Anda dapat dibedakan dari telur dari hasil pembuahan dengan sperma, yaitu kromosom X (perempuan) atau kromosom Y (lelaki).

Berusia 11 minggu, alat kelamin eksternal telah menggambarkan karakteristik gender dan indung telur telah berkembang.

Berusia 14 minggu, janin perempuan di ovarium bergerak dari perut bawah ke pinggul.

Berusia 19 minggu, jika Anda memiliki bayi perempuan, vagina, rahim, dan tabung falopi mulai terbentuk.

Berusia 20 minggu, janin perempuan hampir memiliki 6 juta telur di rahim. Sekitar 1 juta akan tetap asa saat persalinan, selebihnya akan ada di sepanjang hidupnya.

Berusia 22 minggu, sperma primitif akan muncul di janin lelaki untuk memproduksi testosteron.

Berusia 33 minggu, testikel janin lelaki sudah turun dari perut ke dalam kantung kemaluannya (meskipun kadang-kadang ini tertunda).

Kelahiran, alat kelamin pada lelaki dan perempuan dapat muncul bengkak karena akumulasi cairan dan dosis ekstra hormon ibu.

Penenang ketika persalinan.
Penelitian menunjukkan musik dapat mengurangi rasa sakit ketika melahirkan. Jadi masukkan cd lagu: songs for a happy birth day ke dalam tas untuk dibawa ke rumah sakit. Musik lembut dari Dixie Chicks, Norah Jones, Sinead O’Connor, dan artis lainnya yang menjadikan hubungan ibu dan bayi sebagai temanya, sehingga Anda dapat menikmatinya bersama bayi setelah melahirkan.
Selengkapnya...

Jumat, 21 Januari 2011

PAKAIAN BAYI BERBAHAN ORGANIK

Kain yang paling dekat dengan bayi Anda, pakaian dan selimut, harus bebas bahan kimia karena digunakan dalam waktu yang lama.
Pakaian saat kelahiran baru seperti mempraktekkan seni rupa: mendapatkan kaki kecilnya menendang, meliuk menyusuri lengan panjang, sambil memasukkan kepalanya melalui leher. Hanya tantangan baru yang muncul setelah Anda melalui ini, yaitu menguasai seni penghapusan noda. Tidak masalah jika Anda memiliki kemampuan yang baik, Anda hanya perlu memastikan kelembutan kain yang menyentuh bayi Anda. Simak tips berikut ini:

1. Kebenaran tentang bahan.
Banyak orangtua baru berasumsi bahwa katun adalah kain terbaik untuk pakaian dan selimut bayi karena mengandung serat alami, tapi tumbuhan kapas konvensional menggunakan pestisida paling banyak, tanaman intensif di AS. Setelah kapas digiling menjadi kain, diketahui sup kimia menyebabkan efek berbahaya bagi kesehatan manusia, jika digunakan untuk pewarna dan penyelesaiannya secara rutin. Termasuk bahan kimia formaldehida (terbukti menyebabkan kanker pada uji hewan) dan urea resin formaldehida digunakan untuk meningkatkan noda dan melawan kerut dan untuk desinfektan.
Sebagian besar bahan kimia ini mengandung senyawa atsiri yang dapat menyebabkan reaksi hipersensitif dan alergi, serta diduga mengandung karsinogen. Sementara itu, kliping kain dari pabrik sarat dengan bahan kimia, seperti limbah beracun dan produk yang dibuat dari bahan-bahan yang dianggap aman untuk dibawa ke rumah kita.
Sekarang tarik napas dalam-dalam dan rileks; bayi Anda dalam kondisi baik. Residu pada pakaian bayi dan selimut menimbulkan dermatitis bagi orang berkulit sensitive. Namun, belum ada penelitian yang menunjukkan dampak kesehatan jangka panjang yang mungkin timbul dari kelembutan, penggunaan bahan kimia secara konstan pada pakaian dan selimut. Namun begitu, sikap waspada tetap perlu dilakukan.

2. Pilih bahan yang aman.

2.1.Bahan organik.
Mungkin pilihan yang paling jelas adalah katun organic, yang tumbuh tanpa menggunakan peptisida. Tidak hanya menggunakan pakaian dan peralatan tempat tidur yang tumbuh secara organic, tetapi pilih yang tidak menggunakan obat (tumbuh dengan sendirinya di alam, proses beracun; periksa label), seperti bawah nila (underthenile.com). Anda juga dapat mencari bahan organic, bahan wol yang tidak tumbuh dengan obat, yang secara alami tahan api dan pilihan yang baik untuk pakaian tidur dan selimut (try wulusa.com).
2.2.Bambu.
Kain lain yang mengalami peningkatan popularitas adalah berbahan dasar bambu. Kainnya begitu lembut alami dan berkilau mirip kain sutera atau kasmir. Bambu benar-benar biodegradeable dan dapat tumbuh tanpa peptisida atau bahan kimia, namun juga cepat tumbuh dan mudah diperbarui. Cari kain yang disertifikasi oleh Oeko-Tex, lembaga yang menjamin bebas bahan kimia.
2.3.Rami.
Serat alami ini tahan hama, sehingga tumbuh memerlukan sedikit, jika ada, peptisida digunakan pada katun konvensional. Namun, tidak ada proses sertifikasi, sehingga Anda tidak dapat memastikan apakah rami itu sebenarnya tumbuh bebas peptisida.
2.4.Pilihan lain.
Pilihan lain termasuk linen, kedelai, inego (berbahan dasar jagung) bahkan plastik daur ulang.

Jika Anda tidak menggunakan organic.
Cuci pakaian dan linen bayi dengan sabun cuci bebas racun, seperti deterjen Seventh Generation Baby Laundry atau metode deterjen bayi HE. Beli pula pelembut pakaian yang digunakan setelah mencuci, biasanya cukup untuk meghilangkan residu bahan kimia, sehingga Anda tidak membutuhkan toko pakaian bekas. Selain penghematan uang, Anda melindungi bayi Anda dengan selimut katun organic yang dapat digunakan selama setahun, seperti selimut berbahan wool 100%.

Kabar baiknya:
Selain menjadi lebih baik bagi bayi Anda dan planet ini, kain organic ini dapat bertahan lebih lama. Tetapi, bayi tumbuh lebih cepat dari pakaian, jadi apa manfaat dari pakaian tahan lama? Ternyata masih banyak manfaatnya. Misalnya menyimpan pakaian tersebut untuk saudara kandung, dijual pada teman atau keluarga, menjual secara online. Pakaian organic ini indah dan berkualitas tinggi, agar bayi Anda lebih sehat dan juga untuk kebaikan lingkungan planet.
Selengkapnya...

Selasa, 21 Desember 2010

WADAH PLASTIK SEHAT UNTUK SI KECIL

Pentingnya memilih wadah makanan yang aman untuk anak, agar anak tetap sehat, dan bebas dari bahan kimia serta ramah lingkungan.

Agar si kecil tidak melirik jajanan di sekolah, Anda dapat menyiapkan bekal untuknya. Tapi, tahukan Anda, tak semua wadah plastik si kecil aman untuk digunakan?

Maka kita harus memperhatikan baik-baik kandungan bahan dasarnya. Semua permukaan benda yang bersinggungan dengan makanan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu contohnya food contact material, seperti talenan, alat masak, piring, dan wadah penyimpanan.
Plastik berbahaya karena kandungan bahan kimianya, seperti monomer dan plasticizer. Bila ada kontak makanan dengan plastik dapat terjadi perpindahan bahan-bahan kimia ke dalam makanan, biasa disebut migrasi. Ada dua factor yang mempercepat migrasi, yaitu makin tinggi suhu, makin cepat proses migrasi. Yang kedua adalah minyak karena termasuk bahan yang cepat melarutkan komponen-komponen plastik dan tentu saja semakin lama konta, semakin banyak komponen yang bermigrasi.
Menurut Dr. Yadi Haryadi, pakar pangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan ITB, Anda harus memiliki kiat membedakan wadah plastik yang aman:
- Memenuhi salah satu criteria: symbol gelas dan garpu, tulisan “Food Grade” atau tulisan
“Approved by FDA”.
- Jangan tergiur wadah yang berharga murah karena memberikan risiko buruk bagi kesehatan.
- Pilih merek dagang yang sudah dipatenkan.
- Beli dari penjual atau dealer resmi untuk menghindari produk palsu.
- Memenuhi standar mutu dan keamanan pangan dari lembaga berwenang, baik negara asal atau di
Indonesia.

Bobotnya yang ringan dan bentuknya yang beragam membuat wadah plastik jadi pilihan favorit konsumen. Saat ini penggunaan wadah plastik telah mendominasi bahan pengemas makanan. Penggunaan wadah plastik yang baik juga sangat berpengaruh dengan kondisi lingkungan, seperti meninggalkan kebiasaan penggunaan wadah sekali pakai dan mulailah membiasakan diri menggunakan kemasan yang dapat dipakai berulang. Kemasan tersebut juga harus diperhatikan kandungan bahan dan manfaatnya. Jadi dapat mengurangi tumpukan sampah plastik di tepi jalan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahan kimia berbahaya dalam plastik, antara lain bisphenol (BPA) dan phthalates. Idealnya, bahan wadah makanan kedap udara dan air.
Selain wadah, kita juga perlu memperhatikan kondisi eksternal, seperti suhu ruang dan kebersihan lingkungan dapat mempengaruhi keawetan pangan. Ada beberapa vitamin yang sensitive pada factor-faktor eksternal, seperti cuaca, udara, atau cahaya sehingga rasa dan aromanya berubah,” tambahnya.

Suhu yang dianjurkan untuk menyimpan makanan adalah kurang dari 5 derajat untuk menyimpan makanan dingin serta di atas 60 derajat celcius untuk makanan panas. “Suhu tersebut cukup aman untuk mencegah bakteri. Jika kita melewati batas tersebut kemungkinan besar zat-zat yang ada dalam wadah akan berpindah ke dalam makanan.”
Yadi menekankan bahwa para orangtua harus sadar bahwa tidak semua plastik aman. “Ada plastik yang aman dan ada platik yang tidak aman sebagai tempat makanan,” ujarnya. Jenis plastik yang aman, antara lain pliyethylene terepthalate (PET), high densify polyethylene (HDPE), low density polyethylene (LDPE), dan polypropylene (PP).

Oleh karena itu, para orangtua harus peduli memperhatikan sampai pada hal yang detail demi kesehatan si buah hati nantinya. Membawa bekal ke sekolah, ujar Bunda Romi, psikolog anak, tidak hanya mengajarkan anak untuk tidak sering jajan, tetapi juga menjaga anak terhindar dari jajanan yang tidak jelas kandungan nutrisinya. “Selain itu, dengan jajan di sekitar sekolah secara otomatis menambah sampah plastik di sekolah,” ujarnya.

“Ketika ingin membujuk anak Anda untuk membawa bekal ke sekolah, jangan pernah memaksakan kemauan Anda kepadanya. Lakukan pendekatan yang memotivasi, misalnya gunakan alas an menabung di akhir tahun untuk liburan keluarga. Dengan begitu anak Anda merasa ada keterikatan dalam rencana akhir tahun keluarga. Ditambah pula, makanan yang Anda buat dari rumah dapat lebih bervariasi dalam rasa dan bentuknya sesuai permintaan si kecil,” katanya lagi.

Saat Anda ingin si kecil mengaplikasikan keinginan Anda, lakukan dengan cara persuasi. Dekati ia dengan masuk ke dalam pola piker mereka dan kenali hal apa yang dapat membuat anak Anda termotivasi. Jangan lakukan pemaksaan secara tak langsung dengannya. Tentu saja, di sekolahnya banyak anak yang suka jajan di pinggir sekolah. Kemungkinan besar anak Anda akan terpengaruh karena lingkungan tersebut yang sering ditemuinya. Berikan pengertian sesederhana mungkin dan ikut sertakan ia dalam menyiapkan bekal sekolahnya.
Selengkapnya...

MENGATASI ALERGI PADA BAYI

Dalam beberapa tahun terakhir di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengalami tren peningkatan angka penyakit gangguan system daya tahan tubuh, seperti alergi. Pada awal tahun 60-an prevalensi alergi sekitar kurang dari 5%, tetapi saat ini prevalensi alergi mencapai 20%-30% atau meningkat sebanyak 4 hingga 5 kali lipat. Peningkatan tersebut juga melanda pada anak-anak.Kondisi ini pun terungkap dalam presentasi Profesor Sibylle Koletzko, kepala divisi Pediatric Gastroenterology and Hepatology di Ludwig Maximilians University Munich, Jerman pada acara Nutricia Indonesia Fund Alergi Mengancam Anak-anak Indonesia di Jakarta. Menurutnya, penyakit alergi erat dengan daya tahan tubuh anak. Alergi adalah respon system daya tahan tubuh secara berlebihan terhadap bahan yang biasanya tidak berbahaya, namun merugikan tubuh mulai dari gangguan pernapasan, saluran cerna, maupun kulit. Pemicu alergi pada anak terdiri dari tiga bagian, yaitu genetic, imunitas, dan lingkungan. Di Indonesia, lima besar makanan pencetus alergi pada anak-anak adalah kelompok crustacea (kepiting dan udang), kacang, makanan laut, telur serta susu sapi. Sangat penting mengetahui jenis makanan yang memicu alergi untuk mencegah terjadinya alergi. Perhatikan bila terjadi perubahan fisik terhadap anak Anda setelah mengonsumsi salah satu makanan tersebut. “Alergi pada bayi dan anak dapat disebabkan oleh mekanisme dalam tubuh yang belum sempurna, seperti immaturasi pada saluran cerna, defisiensi sementara terhadap IgA, kondisi atopik, paparan lingkungan (asap, tembakau, polusi air), paparan antigen di usus yang berlebihan, hingga efek penekanan imunitas pada infeksi virus,” jelas Zakiudin di tempat yang sama. Menurut Dr. Zakiudin Munasir, melonjaknya kasus alergi pada anak di Indonesia selain disebabkan oleh factor genetic, juga dipengaruhi factor lingkungan dan gaya hidup orang tuanya. Oleh karena itu, penting buat ibu melakukan tindakan preventif pada masa kehamilan, kelahiran maupun pada masa pertumbuhan anak, bila terkena alergi pada masa kanak-kanak, maka ketika dewasa risiko terkena alergi cukup besar.” Bila alergi diturunkan secara genetic maka kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. “Salah satu orang tua menderita alergi maka dapat menurunkan risiko pada anak sekitar 20%. Jika kedua orang tua alergi, kemungkinan diturunkannya meningkat menjadi 40%. Yang ketiga, bila kedua orang tua alergi dengan pemicu yang sama, risiko terkena alerginya mencapai 75%,” ujar Dr. Zakiudin.

Mengingat alergi belum dipandang sebagai ancaman epidemik, seperti tuberculosis dan campak, maka belum banyak tindakan preventif yang dilakukan masyarakat. Kenyataannya ini berpotensi menjadi masalah di masa dating karena mengganggu kualitas hidup penderita sekaligus menurunkan produktifitas orang-orang di sekelilingnya, penyebab stress pada anak. Terlebih lagi dari sudut pandang ekonomi, penyakit alergi memakan banyak biaya.

Tanda-tanda alergi.
Pada usia dini, tanda-tanda alergi biasanya adalah infeksi kulit (seperti ruam merah) dan gangguan saluran cerna (muntah dan lain-lain). Dengan bertambahnya usia, reaksi alergi utama pada system pernapasan, seperti asma dan rhinitis.
Tanda-tanda yang harus kita perhatikan pada bayi adalah setelah ia memakan jenis tertentu apakah terlihat rewel, terlihat kesakitan pada perut seperti mengalami kolik, merah pada dubur, atau terlalu sering mengeluarkan makanannya. Bayi Anda sering mengusap hidungnya dan disertai hidung berair dan bersin-bersin. Timbul bercak kemerahan dan rasa gatal pada kulitnya juga dapat menjadi tanda alergi padanya.
Perhatikan pula cara bernapas si kecil, jika ia mengalami sedikit sesak napas, Anda perlu memperhatikannya lebih lanjut untuk mengetahui apakah itu tanda alergi terhadap sesuatu atau tidak. Selain susah bernapas, mungkin si kecil berkali-kali mengeluarkan udara dari hidung seakan-akan mengeluarkan sesuatu.

Mengatasi Alergi Pada Bayi.
Pengobatan yang paling tepat terhadap penyakit alergi adalah dengan menghindari pemicu alergi. Anda dapat melakukan tindakan preventif ini sebelum si kecil hadir dalam kehidupan Anda:

1. Kurangi diet selama kehamilan dan menyusui.

2. Kurangi merokok selama kehamilan.

3. Pemberian ASI dapat mengurangi alergi pada makanan. Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini dengan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan atau lebih karena ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein hypoallergenic, DHA dan probiotik, serta kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Probiotik adalah bakteri hidup yang menguntungkan dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, serta mengurangi risiko alergi.” Jelas Zakiudin.

4. Berikan makanan solid tepat pada waktunya, jangan di bawah 3 bulan dan di atas 6 bulan.

5. Bersihkan ruangan setiap hari. Saat membersihkan, buka semua pintu dan jendela agar terjaga sirkulasi udara, kemudian tutup kembali. Saat membersihkan debu, gunakan kain basah atau berminyak supaya debu tidak berterbangan.

6. Bersihkan tempat tidur si kecil agar terbebas dari debu dan kutu tungau.

7. Usahakan tidak menggunakan karpet, lantai kayu dapat menjadi alternatif yang baik.

8. Gunakan selimut dari bahan katun dan bukan dari bahan perca atau kapas.

9. Hindarkan anak dari binatang peliharaan yang memicu alergi.

10.Jangan ijinkan orang merokok dalam ruangan, karena perokok pasif bisa memperburuk gejala-gejala alergi.

Jika usaha di atas belum dapat mengurangi alergi anak Anda, jangan tunda lagi berkonsultasi dengan dokter. Terkait dengan pengobatan alergi, biasanya dokter meberikan obat-obatan, seperti antihistamin dan kortikosteroid (baik yang diberikan lewat mulut, suntikan, maupun inhalasi) untuk memperkuat dinding sel mast dalam tubuh pasien. Pemberian obat-obatan ini cukup memakan waktu yang lama jika anak Anda tidak dijauhkan dari penyebab alerginya.
Selengkapnya...

Jumat, 17 Desember 2010

AGAR BAYI ANDA DOYAN MAKAN

Agar bayi Anda doyan makan.

Sebagai orangtua perlu mengetahui cara memberi makan pada Batita. Berikut ini tips yang dapat disimak:
1. Berikan makanan 5-6 kali sehari. Pada usia bawah tiga tahun ini, pencernaan anak belum mampu bekerja seperti pada orang dewasa.

2. Sebaiknya berikan porsi kecil. Pada usia batita dikenal masih mempunyai nafsu makan yang naik turun. Suatu hari ia doyan makan, namun hari lain, kadang hanya makan sedikit. Namun begitu jangan khawatir, anak Anda masih bisa tumbuh dengan sehat.
3. Berikan susu atau jus tidak berlebihan. Baik susu maupun jus, merupakan minuman yang bisa mempengaruhi nafsu makan batita Anda. Agar batita tumbuh dengan baik, berikan ia sesuai kebutuhan 2-3 cangkir susu (atau 2-3 porsi susu dan produk susu olahan) per hari.
4. Tumbuhkan ketrampilan makan. Saat batita mulai mengetahui cara makan sendiri, mereka biasanya menjadi terlalu bersemangat ingin makan tanpa bantuan. Anda bisa memastikan bahwa batita Anda mendapatkan makanan yang cukup dengan menyediakan makanan yang lunak dan mudah dikunyah, yang dipotong kecil seukuran satu suap anak, serta memasak makanan yang lengket di sendok, seperti havermut atau kentang yang dihaluskan, untuk melatih kemampuan batita menggunakan sendok.
5. Gunakan training up yang tepat. Sebagian besar batita dapat beralih dari botol ke cangkir di usia 14 bulan, walaupun masih membutuhkan bantuan. Biarkan batita berlatih dengan sedikit air dalam training cupnya, lama-kelamaan batita Anda akan mahir menggunakan cangkir tanpa bantuan. Pastikan training cup si kecil mengandung Sip-Activated Valve yang mengalir sesuai hisapan batita Anda, sehingga kondisi cairan di dalam akan terjaga dengan sempurna. Perhatikan juga material untuk training cupnya, agar memakai bahan yang aman dan tidak beracun.
6. Kurangi makanan atau minuman lemak secara bertahap. Batita memang membutuhkan kalori lebih sedikit dari masa bayinya. Tetapi jangan batasi kadar lemak dalam makanannya sampai ia berusia 2 tahun.
7. Berikan makanan kaya zat besi. Kekurangan zat besi atau anemia seringkali ditemukan pada anak batita. Untuk mencegahnya, berikan batita Anda makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, ikan, dan sereal yang diperkaya zat besi. Pastikan salah satu makanan ini ada dalam menu makanannya.
8. Jadikan waktu makan sebagai saat yang menyenangkan. Buat hal suasana ceria, Anda perlu kreatif dan jangan paksa anak Anda.
Selengkapnya...

Kamis, 09 Desember 2010

PANDUAN MENONTON TV UNTUK BALITA

Bagaimana TV benar-benar berdampak kepada bayi Anda? Simaklah ulasan ini.

Jika Akademi Dokter Anak Amerika (AAP), mempunyai aturan agar anak di bawah usia 2 tahun tidak menonton TV. Namun salah satu survei menemukan bahwa 70 persen kelompok usia ini dimasukkan ke dalam tabung waktu. Bahkan banyak model (tapi sibuk) ibu akan mengakui sesekali memberikan kelonggaran menonton. Untuk mengurangi rasa bersalah Anda terapkan cara berpikir berikut ini:
§ Perhatikan tayangan TV. Sebaiknya anak-anak tidak melihat tayangan kartun yang mengekspos kekerasan atau tayangan dewasa. Hal ini karena dapat menjadi mimpi buruk dan menimbulkan kegelisahan, memicu penyerangan, dan risiko lainnya.
1.Jangan berharap TV meningkatkan IQ bayi Anda. Di sisi lain, meluangkan waktu untuk menonton TV berarti mengurangi waktu aktivitas baik bagi perkembangan otak dan tubuh balita Anda: membaca, bermain, bergerak, dan berinteraksi dengan orang yang sebenarnya.
2.Durasi pendek. Penelitian menunjukkan hanya dua jam dalam sehari menonton TV pada tahun pertamanya, akan memicu beberapa masalah, sulit tidur dan obesitas dan meningkatkan risiko tabung waktu.
3.Pilih tayangan yang gratis. Pikiran anak kecil sangat mudah terpengaruh dan tidak dapat membedakan antara iklan dan program reguler.
4.Bicarakan dengan anak Anda. Jika memungkinkan, tonton acara dengan anak Anda sambil mendiskusikannya.

Acara TV mengalihkan perhatian balita Anda.
Dalam keadaan normal, menonton tayangan Oprah dapat menjadi salah satu kegiatan dengan si kecil, namun jangan Anda jadikan kebiasaan. Penelitian terhadap 50 anak berusia 1-3 tahun, mereka hanya meluangkan sedikit waktu bermain dan lebih banyak menghabiskan waktu menonton Jeopardy. Dengan banyak menghabiskan waktu di depan TV, biasanya mereka kurang peduli keadaan sekitar dan memiliki sedikit masalah dalam perkembangan, ujar para peneliti.
Selengkapnya...

Jumat, 03 Desember 2010

PERAWATAN BAYI YANG BARU LAHIR

Perawatan bayi yang baru lahir dari kepala hingga kaki.
Simak tips dokter untuk menjaga bayi Anda tetap bersih dan nyaman.

BOKONG.
Terlalu banyak kelembaban kulit menjadi sensitive ditambah ruam karena popok. Tips perawatan: Ganti popok secara berkala tanpa mengenakan apapun selama beberapa waktu. Bilas bokong bayi Anda dengan air setiap mengganti dan lap kering. Hindari penggunaan tisu pada beberapa minggu pertama karena memicu iritasi kulit lembut. Berikan krim Barrier, seperti jelly petroleum atau seng oksida putih dapat membantu.

KEPALA.
Kondisi bersisik disebut dudukan tutup biasanya menghilang dalam beberapa bulan pertama. Tips perawatan: Cuci rambut bayi Anda dengan sampo bayi yang lembut tidak lebih dari tiga kali seminggu dan sikat lembut dengan menggunakan sikat yang lembut. Jangan khawatir tentang kulit kepala tipis yang berdenyut, itu normal.

WAJAH.
Jerawat biasa muncul pada bayi tetapi kondisi dapat berbahaya (meskipun kadang-kadang membingungkan). Tips perawatan: Cuci wajah bayi Anda setiap hari dengan sabun yang lembut.

MATA.
Beberapa bayi memiliki pengerasan kulit kekuningan di mata atau di kelopak, biasanya disebabkan oleh pembuluh air mata tertutup. Ini dapat berlangsung beberapa bulan. Tips perawatan: Basuh area tersebut menggunakan bola kapas yang dibasahi air hangat.

KAKI.
Menekuk dan terbalik bukan sesuatu yang mengherankan, mengingat kuartal sebelumnya mereka hidup dalam ruang sempit. Tips perawatan: Jangan khawatir tentang kondisi tersebut, kaki bayi Anda akan lurus dan kuat dengan sendirinya sejak 6-18 bulan.

TALI PUSAR.
Jaga tunggul tali pusat hingga bersih dan kering; dengan sendirinya akan jatuh dalam beberapa minggu. Tips perawatan: Hindari area tersebut saat memakai popok dan gunakan spons mandi hingga tunggulnya lepas.

PENIS.
Ujung penis akan membengkak dan akn muncul keropeng kuning. Tips perawatan: Bersihkan dengan lembut daerah genital menggunakan air hangat setiap harinya. Jeli petroleum digunakan untuk melindungi situs dan mencegah penis dari melekat ke popok.

KULIT.
Beberapa bayi menjadi merah, merasa gatal disebut eczema atau dermatitis atopik. Tips perawatan: Batasi waktu mandi hanya 10 menit, sabun bebas wewangian, dan gunakan air hangat; setelah itu berikan krim hypoallergi kulit. Gunajan tongkat kapas untuk pakaian.

HIDUNG.
Lubang hidung bayi sempit dengan cepat mengisi lendir. Tips perawatan: Berikan lubang pada hidung dengan ukuran bola jarum suntik hidung bayi atau meminimalkan trauma NoseFrida. Untuk melongarkan lendir, masukkan larutan garam dengan sedotan sebelum penyedotan.

KUKU.
Jari bayi yang baru lahir sangat lembut, tetapi juga mudah tegores karena sensitive. Tips perawatan: Gunting kuku bayi dengan gunting berujung tumpul, potong setelah mandi ketika kuku lembut, atau ketika ia tidur dan jari-jarinya dalam kondisi santai.
Selengkapnya...

Minggu, 28 November 2010

MENGENAL GERAKAN REFLEKS BAYI

Bayi yang baru lahir akan memenuhi sebagian besar harinya dengan tidur, hampir 16 jam setiap harinya. Saat ia bangun, ia akan sangat sibuk. Sebagian besar gerakan dan aktivitas yang dilakukan pada awal hidupnya adalah gerakan refleks, yang akan dilakukannya secara alami. Seiring perkembangan dan kematangan sistim syarafnya ia akan belajar menggerakkan badan dan anggota tubuhnya sesuai dengan keinginannya seperti menggapai, menggenggam dan mengamati keadaan sekitar.


Berikut beberapa gerakan refleks yang biasa dilakukan bayi:
1.Refleks Root (refleks dasar).
Refleks ini muncul saat sudut mulut bayi kita sentuh atau raba. Bayi akan menggerakkan kepala, membuka mulutnya dan mulai mengikuti asal sentuhan dan rabaan pada mulutnya. Gerakan ini membantu bayi menemukan puting susu atau botol untukmulai menyusu.
2.Refleks Menghisap.
Setelah ‘root refleks’ bekerja, maka bayi akan segera menghisap. Saat langit-langit mulut bayi tersentuh oleh puting susu atau botol susu, bayi akan segera memulai hisapan. Refleks ini belum akan terjadi bila kelahiran terjadi sebelum minggu ke 32 dan belum akan sempurna bila bayi lahir sebelum usia 36 minggu. Sehingga banyak ditemukan bayi premature dengan kemampuan menghisap yang lemah. Bayi juga memiliki refeks untuk mendekatkan jari ke mulut dan menghisapnya.
3.Refleks Moro.
Sering disebut juga refleks kejut, karena bayi akan mudah terkejut oleh gerakan atau suara di sekitarnya. Saat bayi merasa terkejut ia akan menggeliatkan kepala, kedua kaki dan tangannya dan menangis. Kemudian ia akan menarik kembali kaki dan tangannya. Refleks ini akan berakhir setelah bayi berusia lima sampai enam bulan.
4.Refleks Menggenggam.
Menyentuhkan jari kita ke telapak tangan bayi akan membuatnya segera menutupkan jari-jarinya untuk menggenggam. Refleks ini hanya bertahan sampai beberapa bulan saja setelah kelahirannya dan akan terasa kuat pada bayi-bayi yang lahir premature.
5.Refleks Tonic Neck.
Saat kepala bayi menengok dan menghadapkan mukanya ke salah satu arah, maka tangan yang berada di depan mkanya akan digerakkannya menjadi lurus, sedangkan tangan satunya akan ditekuk dengan siku menuju arah perut, begitu pula sebaliknya. Refleks ini akan berlangsung sampai ia berumur enam sampai tujuh bulan.
6.Refleks Langkah.
Refleks ini dikenal juga sebagai refleks langkah atau menari. Refleks ini terjadi saat kita mengangkatnyapada kedua lengan dan telapak kakinya menyentuh permukaan yang padat.
7.Refleks Babinski.
Ketika telapak kakinya kita sentuh/diraba, jempol kakiknya akan ditariknya ke atas sementara jari-jari yang lainnya akan bergerak meregang/menyebar. Refleks ini akan bertahan sampai usia sekitar dua tahun.

Refleks-refleks di atas lebih sering terjadi secara spontan dan biasanya merupakan rangkaian atau bagian dari kegiatan lain dari bayi. Dengan memperhatikan gerakan refleks ini, orang tua dapat memantau dan membantu identifikasi saraf otak bayi bekerja normal. Baik Ibu/Ayah jangan kaget ya.
Selengkapnya...

PROSES BAYI TABUNG

Di Indonesia, teknik bayi tabung (in vitro fertilization / IVF) pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, tahun 1987. Bayi tabung pertama Indonesia lahir 2 Mei 1988. Sejumlah rumah sakit lalu mengembangkan teknik tersebut, termasuk RSUPN Cipto Mangunkusumo yang belakangan menyediakan layanan medis reproduksi satu atap, Klinik Yasmin.

Proses bayi tabung dimulai dengan pemeriksaan terhadap suami dan istri. Pemeriksaan mencakup kondisi hormon reproduksi, organ reproduksi, dan kemungkinan adanya infeksi virus atau penyakit lain seperti diabetes, gangguan fungsi hati, ginjal, dan kelenjar tiroid.

Kemudian tahap berikutnya, ovarium dirangsang agar menghasilkan banyak folikel yang mengandung sel telur dengan cara menyuntikkan obat perangsang / stimulan setiap hari selama 7-9 hari. Setelah folikel (tempat sel telur berkembang) berdiameter >20 mm, dilakukan penyuntikan pematangan sel telur.

Sel telur yang matang lalu dikeluarkan. Folikel yang tampak di layar ultrasonografi (USG) diambil melalui vagina dengan alat sekecil jarum. Biasanya waktu pengambilan sel telur, pasien jangan memakai rias wajah dan parfum yang dikhawatirkan bisa merusak kualitas sel telur.

Selanjutnya dilakukan kultur embrio. Sel telur dan sel sperma disiapkan, dan kemudian dipertemukan di dalam cawan petri. Embrio yang terbentuk (stadium 4-8 sel) ditanamkan kembali ke rahim ibu, biasanya 2-3 embrio agar lebih berpeluang hamil. Jika semua embrio berkembang, jadi nanti akan lahir bayi kembar. Embrio ini diharapkan tumbuh layaknya pembuahan alamiah. Keberhasilan bayi tabung di seluruh dunia saat ini baru mencapai 30-35 persen, tergantung pada usia dan kondisi pasangan.

Embrio yang tersisa dan tidak ditanam dalam rahim, akan disimpan dalam kondisi beku. Pada suhu minus 196 derajat Celcius. Jadi kalau ada pasangan yang ingin menambah momongan, embrio yang ada tinggal ditanamkan ke rahim si ibu. Jadi calon ibu tidak perlu lagi menjalani proses pematangan dan pengambilan sel telur.

Untuk pasangan yang sedang menjalani pengobatan kanker tak usah cemas. Sel sperma atau sel telur yang sehat akan diambil sebelum minum obat kanker. Selengkapnya...

POPOK TERBAIK UNTUK BAYI

Memilih popok bukanlah pekerjaan mudah. Keputusan memilih ini tak jarang jadi perdebatan seru antara suami dan istri atau di antara orang tua baru. Karena ruam adalah isu terpenting dari penggunaan popok, maka diperlukan pengetahuan yang baik bagi orang tua untuk memilih popok yang tepat.

Pilih popok kain atau popok sekali pakai (disposable diaper)? Popok kain harus dicuci tapi bisa dipakai ulang, jadi tampaknya lebih repot. Sedangkan popok sekali pakai (disposable diaper) lebih praktis dan mengurangi kerepotan orang tua, cuma tinggal membuangnya saja.

Popok sekali buang (disposable diaper) biasanya terbuat dari bahan dengan lapisan plastik. Beda dengan popok katun yang mampu menyerap keringat lebih baik sehingga nyaman dipakai pada kondisi cuaca yang panas.

SESUAIKAN DENGAN USIA.
Kulit bayi berusia 0-3 bulanmasih sangat sensitif. Karena itu pemilihan popok yang berbahan lembut menjadi keharusan. Pada usia ini bayi memerlukan kenyamanan dan perlindungan yang penuh. Kulit bayi masih sensitif, karena fungsi-fungsi yang masih terus berkembang terutama lapisan epidermis atau kulit terluar.

Saat usia 4 sampai 20 bulan, bayi sudah memiliki kemampuan eksplorasi, sehingga popok (khususnya popok sekali pakai) juga harus memiliki kemampuan mendukung bayi melakukan gerakan-gerakan termasuk saat bayi mulai belajar merangkak sampai berjalan. Iklim yang cenderung panas tapi lembab di Indonesia membuat popok yang mampu menyerap sekaligus keringat menjadi pilihan tepat.

Perawatan ruam popok harus meliputi ABCDE:
§ A (Air), biarkan kulit terbuka dan terkena udara.
§ B (Barrier Ointments), bila menggunakan popok sekali pakai usahakan yang mengandung zinc oxide atau petrolatum (semacam pelembab kulit).
§ C (Cleansing), selalu membersihkan bayi terlebih dahulu dengan air dan sabun sebelum mengganti popok baru.
§ D (Diapers), pakaikan popok yang tepat dan memiliki kualitas yang baik.
§ E (Education), perkaya pengetahuan orang tua ataupun pengasuh sehingga meningkatkan kewaspadaan agar ruam tidak mudah timbul.

Popok sekali pakai dan popok kain atau tradisional, masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya. Kini tergantung bagaimana orang tua menyikapi, mempertimbangkan dan memilihnya. Selengkapnya...